Header Ads

Review: Rinnai REH-15E, pemanas air untuk keluarga kecil

Rinnai water heater type REH-15E
Saya mau sedikit share pengalaman menggunakan produk pemanas air untuk kebutuhan rumah tangga. Produk ini saya pakai sejak renovasi rumah sekitar 3 tahun yang lalu (tahun 2010) yaitu Water Heater merk Rinnai type REH-15E.

Fitur Utama (sumber: Rinnai.co.id):
  • Instalasi : Horizontal
  • Ukuran (PxLxT) mm : 275 x 495 x 300
  • Berat : 6,5 kg
  • Kapasitas : 15 lt
  • Daya Listrik : 350 watt
  • Voltase : 220 volt
  • Tekanan Maksimum : 6 Bar
  • Temperatur : 35-75 °C
  • Pipa Inlet / Outlet : 1/2"
  • Inner Tank : TI Stainless Steel
Sebelum memilih, mungkin saya sama seperti anda yang mampir ke blog saya karena searching komparasi water heater (biasanya saya gitu.. hehe). Bingung untuk memilih, karena ada beberapa pilihan water heater.
Dari hasil googling, ternyata Water heater dibedakan berdasarkan sumber tenaga untuk pemanasnya, yaitu:
  1. Water Heater Listrik, yang menggunakan pemanas yang ditenagai oleh listrik, water heater tenaga listrik ini ada dua jenis, yaitu:
    1. Instan, air langsung panas ketika dinyalakan.
    2. Sistim Tank, air ditampung untuk dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan, sistimnya mirip dengan water dispenser.
  2. Water Heater Gas Elpiji, yang menggunakan gas elpiji untuk memanaskan air. Mirip dengan kompor gas, air langsung panas ketika pemanas dinyalakan. Biasanya membutuhkan tekanan air tertentu.
  3. Water Heater tenaga matahari, pemanas yang menggunakan tenaga matahari untuk memanaskan air.
Saya akhirnya memilih water heater listrik dengan sistim tank, karena:
  1. Water Heater Listrik Instan, menggunakan daya yang besar (>1000 watt) sehingga saya khawatir tagihan listrik bakal membengkak dan menghabiskan kapasitas daya listrik di rumah saya (1300 watt), kan ga lucu kalau harus matiin semua perangkat elektrik tiap ada yang mau mandi, hehe. Kelebihannya water heater listrik instan ini, adalah harganya relatif lebih murah dibandingkan pemanas yang lain. Biasanya mulai dari harga dibawah 1 juta. Selain itu pemasangannya pan relatif cepat.
  2. Water heater tenaga gas elpiji, dulu orang tua saya menggunakan pemanas tipe ini. Akibatnya saya agak kapok, karena cukup merepotkan untuk rajin gonta ganti tabung elpiji ketika gas nya habis. Sehingga seringnya jarang dipakai karena terlalu males buat beli dan ganti tabung elpiji.
  3. Water heater tenaga matahari, harga investasinya cukup mahal (rata-rata diatas 10 jt), selain itu sangat tergantung pada cuaca.
Setelah memutuskan tipe water heater, saya pun dibingungkan kembali oleh adanya beberapa merk yang ada di pasaran, ada yang menyebutkan menggunakan tank titanium dst, yang ujung-ujungnya harganya menjadi sangat mahal. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Rinnai REH-15E, dengan alasan:
  • Harga relatif lebih murah dibandingkan merk lain yang memiliki kapasitas yang sama.
  • Daya yang dibutuhkan paling kecil diantara water heater listrik lainnya, yaitu 350 watt. Sehingga tidak khawatir tagihan listrik tinggi gara-gara penggunaan water heater. Daya segitu, malah mirip dengan daya yang dibutuhkan untuk water dispenser atau lemari es.
  • Kapasitas air panas 15 liter, mulanya ragu khawatir kapasitas 15 Liter tidak akan mencukupi, tetapi karena jumlah anggota keluarga yang tidak terlalu banyak, saya rasa kapasitas 15 liter sudah mencukupi.

Setelah terpasang, saya sekeluarga pun menggunakannya, dengan kebiasaan sebagai berikut:
  • Pemanas air sistim tank jangan sering dimatikan, karena tidak seperti pemanas air instan, air dalam tank akan dipanaskan terlebih dahulu sebelum bisa digunakan.
  • Hal ini sesuai dengan petunjuk dari manualnya yang menyebutkan jika sebaiknya pemanas air sistim tank ini lebih baik dinyalakan terus menerus. Kita tidak perlu ketakutan listrik akan melonjak, karena produk ini menggunakan sistim insulasi dan termostat yang akan menjaga suhu air tetap optimal.
  • Jika pemanas dimatikan, listrik yang dipakai justru akan lebih tinggi, karena setelah dimatikan air dalam tank akan mudah dingin sehingga perlu waktu lebih lama untuk dipanaskan kembali.
  • Pemanas air dimatikan jika tidak akan digunakan dalam jangka waktu yang lama.
  • Kapasitas 15 Liter memang tidak banyak, tapi bisa dioptimalkan dengan menggunakan wadah dan dicampur dengan air dingin. Pengalaman saya, setiap pagi jarang sekali ada yang ribut karena kehabisan air panas untuk mandi. Penghuni rumah saya yang menggunakan pemanas air tersebut sekitar 4-5 orang.
 Hasilnya:
  • Tagihan listrik tidak melonjak signifikan
  • Kebutuhan air panas untuk mandi 4-5 orang tercukupi.
Jadi buat anda yang senasib dengan saya, yang membutuhkan pemanas air untuk kebutuhan maksimal 5 orang saja,  bisa mempertimbangkan Rinnai REH-15E, selain harganya relatif murah, daya listrik hanya membutuhkan 350 watt. Dan setelah 3 tahun saya pakai terus menerus, sampai saat ini tidak pernah mati atau rusak (mudah-mudahan awet seterusnya, aamiin, hehe).


11 komentar:

  1. review yg cukup singkat tapi mencerahkan, ijin bertanya ya..utuk produk rinnai ini memanaskan airnya relatif cepat ga ya?krn rencananya mau pake shower, takutnya kalo dipake 2-3 org secara beruntun air tdk terasa hangat..trims sebelumnya..

    BalasHapus
  2. kalau untuk 2-3 orang masih cukup panasnya, waktu untuk memanaskannya ga terlalu cepat, kalau benar-benar air panasnya habis dan nunggu airnya kembali panas lagi bisa sampai 1-1,5 jam an.
    Tapi kalau ga sampai habis, biasanya setengah jam udah bisa dipakai lagi.

    BalasHapus
  3. Pak, butuh bantuan nih.
    barusan saya beli WH persis type ini.
    di manual book penjelasan cara pasangnya tidak lengkap, bisa tolong jelasin cara pasang alat ini?
    saya cari contact Pak Rudhi tapi g nemu.
    Trims..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  4. Untuk pemasangan bisa minta bantuan ke teknisi Rinnai, bisa dengan menelpon customer service Rinnai yang tertera di Manual book/Buku Garansi.

    Selain Unit Tank Water heater, Kita harus menyiapkan:
    1. Pipa untuk air panas (1 pcs), bisa minta ke toko besi/bangunan langganan. Bentuknya mirip seperti selang, tetapi lebih rigid/kaku, berwarna merah. Panjangnya tergantung posisi unit tank dengan kran.
    2. Pipa untuk air dingin (2 pcs), 1 untuk saluran air ke unit tank (untuk pengisi tank), 1 untuk saluran air dingin.
    3. 2 buah kran air, atau 1 kran mixer air dingin-panas yang memiliki 2 knob pemutar. Bila mau bisa membeli yang sekalian ada shower nya.
    4. Kabel untuk grounding
    5. Konektor-konektor untuk menyambungkan pipa fleksibel ke pipa air dingin atau panas.
    5. Pipa fleksibel, seperti yang terlihat di gambar di atas. yaitu Pipa fleksibel untuk air keluar (panas) dan air masuk ke tank (dingin). Biasanya pipa fleksibel untuk panas dan dingin berbeda, silahkan langsung tanya ke toko besi.

    Siapkan juga tukang, plus semen dan keramiknya, jika berniat untuk membenamkan pipa air panas & dingin ke dalam tembok biar rapi.

    Pemasangan unit tank, ga terlalu sulit asalkan pipa salurannya sudah siap.
    1. Pasang unit dengan menempelkan braket yang tersedia di kemasan.
    2. Pasang kabel grounding di bagian yang ada di Unit, dan dibenamkan di tanah agar terhindar dari resiko listrik statis.
    3. Sambungkan pipa fleksibel sesuai dengan petunjuk yg ada di Unit. Air masuk melalui Cold Water inlet, air keluar melalui Hot Water outlet.
    4. Sambungkan unit dengan sumber daya listrik. Tunggu 15-30 menit, air panas sudah bisa digunakan.

    BalasHapus
  5. Trimakasih untuk penjelasannya.
    setelah sedikit bingung, akhirnya bisa terpasang juga.

    satu pertanyaan Pak, apa harus kabel grounding juga dipasang? hubungkannya dibagian mn? bgmn dengan grounding yang sudah ada di stop kontak?

    BalasHapus
  6. Untuk masalah grounding saya juga kurang ahli pak Yusuf, tetapi mungkin untuk keselamatan lebih baik dipasang saja. Bagian belakang unit ada yang cantolan untuk kabel. Kita bisa beli kabel tembaga, hubungkan antara unit dengan paku untuk grounding (di toko besi bisa ditanya pak).
    Paku tersebut bisa kita tanam di luar kamar mandi.

    BalasHapus
  7. ok Pak.
    Terimakasih atas sharingnya.
    Salam..

    BalasHapus
  8. Terima kasih untuk tulisannya, mau tanya, kalo untuk perawatannya mudah enggak pak ?

    BalasHapus
  9. Terima kasih untuk tulisannya, mau tanya, kalo untuk perawatannya mudah enggak pak ?

    BalasHapus
  10. Untuk perawatan sampai saat ini belum ada yg "aneh-aneh" hehe.
    Bebas perawatan malah,

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.