Header Ads

Villa Malabar, di Perkebunan Teh Pangalengan (Day 2) Bandung

Kolam renang air hangat Malabar

Sambungan dari: Villa Malabar

Udara dingin masih terasa menusuk tulang ketika kami akhirnya terbangun untuk sholat subuh. Semua orang, anak maupun orangtua masih berebut selimut tebal sambil mencoba menikmati minuman panas dengan memanaskan kembali air dari dispenser panas.

Ketika matahari sudah mulai meninggi, kami bersiap-siap untuk berenang dan langsung cek out  supaya bisa berenang lebih leluasa. Setelah memastikan rute arah kolam renang ke penjaga Villa, kami pun berangkat menuju arah yang dimaksud.

Perjalanan menuju kolam renang ternyata diluar perkiraan kami, jalanan yang rusak dan arah yang jauh menjadi sumber omelan anak-anak. Kalau saya, tidak terlalu bermasalah karena sepanjang perjalanan disuguhi oleh pemandangan perkebunan teh, serta danau kecil yang indah. Andai saja saya berangkat sendirian, mungkin bakal sering berhenti untuk memotret pemandangan yang saya temui.

Kami tiba di kolam renang setelah 30 menit berkendara menggunakan mobil. Kolam renang tersebut berada di tengah-tengah perkebunan teh. Sehingga untuk menuju lokasi, kami harus masuk lagi. Tapi tenang saja, kondisi jalan tidak lebih buruk kok.. hehe..

Karena kami datang sangat pagi-pagi, kami bisa masuk langsung tanpa ditagih tiket masuk. Entah memang gratis atau penjaganya belum siap.

Sesampainya dikolam renang, kami cukup kecewa, karena kondisinya tidak seindah seperti yang ada di foto. Kolamnya hanya ada dua, kolam besar dan kolam anak-anak. Beruntung kedua kolam tersebut menggunakan air hangat, terutama kolam anak-anak. Untuk kolam dewasa, airnya tidak hangat, walaupun tidak sedingin air es.

Bila dibandingkan kolam renang di Ciwalini / Rancabali
- Kolam renang di Ciwalini, jauh lebih lengkap dan lebih luas, di ciwalini bahkan tersedia waterboom, sementara di Kolam renang Malabar ini hanya tersedia prosotan.

Bila dibandingkan dengan kolam renang Rancaupas / Ciwidey
- Walaupun sama-sama hanya memiliki 2 kolam, dan sama-sama airnya kurang hangat, Kolam Rancaupas lebih baik kondisinya karena masih relatif baru. Tetapi baik Rancaupas maupun di Malabar, airnya tidak sejernih kolam-kolam komersial yang ada di perkotaan.

Bila dibandingkan dengan kolam renang di Cimanggu / Ciwidey (terakhir ke sana bulan april 2012 :D), kondisi kolam di Malabar masih relatif terawat. Tetapi kolam di Cimanggu unggul karena airnya benar-benar panas alami, bukan hanya sekedar hangat-hangat kuku.

Fasilitas Kolam Renang Tirta Camelia Malabar
- Kolam renang dewasa, air dingin, cukup keruh/tidak jernih, terdapat prosotan.
- Kolam renang anak-anak, air hangat, cukup keruh
- Kamar mandi / ruang ganti tidak terawat, ada yang tidak ada lampu
- Di sekitar kolam renang terdapat gazebo yang bisa digunakan untuk duduk-duduk bagi keluarga sambil mengamati anak-anak yang berenang.
- Tersedia "kantin" yang menyediakan menu mie rebus, bakso goreng, dll.
Kolam renang, kondisi sekitarnya kurang terawat
Gazebo dekat dengan kolam renang bisa digunakan untuk sekedar beristirahat dan membuka bekal sambil mengamati anak-anak yang berenang

Tidak bawa baju renang? tenang ada penyewaan Kolor seharga Rp. 5000,- hehe

Ada penyewaan ban juga
Bagi anak-anak kondisi tersebut tampaknya tidak menjadi masalah, yang penting mereka bisa bermain bersama saudara-saudaranya.

Setelah puas berenang, kami pun kembali pulang ke Bandung. Sebelum ke Bandung, kita bisa mampir ke Situ Cileunca yang terletak sekitar 15 menit dari perkebunan teh Malabar. Atraksi wisata di situ cileunca relatif sudah lengkap, mulai dari rumah makan hingga permainan perahu. Tetapi biaya tiket masuknya terasa cukup mahal. Hingga kami yang sudah kelelahan, akhirnya memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan pulang.(RA)



Kunjungi artikel perjalanan saya yang lain:
Villa Malabar, Pangalengan
Wisata Belitung
Family Trip ke Singapore
Destinasi wisata di Ciwidey
Villa-villa di Cipanas Garut
 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.