Header Ads

Pengalaman Operasi Kista Ateroma dengan Bius Total di RS Al Islam

Setelah proses administrasi selesai (baca: Pengalaman Operasi dengan Kartu Askes), tinggal proses paling menegangkan yaitu pengalaman bedah pertamaku (dan mudah-mudahan terakhir, aamiin), pembedahan untuk pengangkatan benjolan di kulit, suspect: Kista Ateroma.

Sekilas tentang Kista Ateroma

Kista ateroma atau kista sebaseus, merupakan tumor jinak kulit yang terbentuk dari kelenjar sebaseus yang muaranya tersumbat. Bentuknya berupa benjolan pada kulit, tanpa ada rasa sakit, sering ditemukan titik kebiruan (puncta) di puncak penonjolan tersebut yang merupakan muara kelenjar yang tersumbat. Biasanya kista sebaseus terletak di dekat telinga, kulit kepala dan wajah, dada, punggung dan area genital.Kista bersifat elastis, tidak sakit, membulat, dan menonjol. Kista atheroma bisa membesar secara perlahan dalam jangka waktu lama, ada juga yang membesar dalam waktu cepat.
Proses Operasi
Setelah disuruh puasa minimal 4 jam sebelumnya, akhirnya proses operasi akan dimulai, sesuai dengan jadwal, jam 13.00 siang, saya diantar oleh suster menuju ruang Instalasi Bedah Sentral. Sesampainya disana saya diminta untuk membuka baju untuk menggantinya dengan pakaian operasi. Istri saya bilang, kulit wajah saya sudah terlihat pucat, (padahal mungkin karena kulit saya mulai berubah putih, haha..).
Setelah mengganti pakaian, kemudian saya disuruh berbaring di ranjang, dengan menggunakan ranjang itu saya diantar untuk masuk ke ruang operasi. Wah pengalamannya seperti yang terlihat di film-film. Melihat plafon rumah sakit yang dihiasi lampu-lampu neon dan AC sentral.

Sesampainya di ruang operasi, saya pindah ke ranjang operasi, disana terdapat dua buah lampu besar, dan dibelakang saya sepertinya terdapat mesin pemantau jantung karena terdengar bunyi "tiiitt... tiiittt".
Datang suster yang mengucapkan salam "Assalamualaikum, pak Rudhi ya?".
"iya sus".
Dan datang lagi suster yang lain, memastikan keluhan saya dengan menunjuk benjolan di bawah dagu/rahang saya. Tangan kanan saya direntangkan dan diikat perlahan, kemudian untuk beberapa saat terasa nyeri karena suster menyuntikan jarum untuk kebutuhan suntikan bius.
Tangan kiri dipasangkan alat untuk memantau tekanan darah.
"Baik pak, kita masukin obatnya dulu ya, bismillahirrahmanirrahimm.." kata suster sambil komat-kamit entah berdoa atau ngajak ngobrol, karena tiba-tiba saya merasa sangat ngantuk dan perlahan-lahan semuanya kabur kemudian gelap.

Masa Siuman
Tidak terasa, kesadaranku mulai pulih, seolah-olah baru bangun tidur dan mimpi. Samar-samar terdengar percakapan suster. Mulutku agak terganggu, karena terganjal oleh suatu alat. Suster yang melihat saya sudah bergerak-gerak, langsung sigap membuka alat tersebut hingga akupun tertidur lagi karena masih merasa ngantuk. Aku pun bingung apakah operasinya sudah selesai?. Aku membuka mata perlahan, tangan kananku sudah tidak diikat lagi, dan ruangannya sudah berbeda, sudah bukan di ruangan operasi.
Perlahan kuraba tempat tonjolan itu, ternyata sudah tertutup oleh plester. Alhamdulillah sudah selesai berarti operasinya. Untuk beberapa lama, aku pun istirahat dan berkali-kali tertidur lagi, sebelum akhirnya alat-alat pendeteksi detak jantung, dan tekanan darah dilepas. Akupun diantarkan ke ruang recovery hingga istriku bisa datang dan menemani proses recovery.
Masih terasa ngantuk dan pusing, ternyata waktu sudah menunjukan jam 15.00, berarti total waktu operasi dan nunggu waktu aku sadar hingga 2 jam. Akupun disuruh puasa hingga pukul 16.30, dan nunggu hingga kuat berjalan (tidak pusing) untuk pulang.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.