Header Ads

Wisata Selfi ke FarmHouse Lembang Bandung


Kamis Pagi di hari libur panjang menjelang tahun baru, saya dan keluarga sudah berangkat ke Lembang. Setelah sebelumnya jalan-jalan ke Maribaya Resort dan Spa, akhirnya pengen juga nyoba untuk ke FarmHouse. Sempet kepikiran mau lewat jalan Dago Giri seperti rute yang kemarin dipakai pas ke Maribaya, tetapi ngelihat di Peta, kayaknya lokasi FarmHouse bisa ditempuh sebelum Lembang.

Berangkat dari Alun-alun (yak, sebelumnya jalan-jalan dulu di Alun-alun Bandung) jam 07 pagi, ternyata jalanan pagi itu menuju Lembang sangat lancar, terbukti jam 7.30 pagi sudah tiba di FarmHouse. Lokasi FarmHouse jauh terletak sebelum Grand Hotel Lembang, tidak jauh setelah warung pengkolan.

Antrian Panjang dan Harga Tiket Masuk FarmHouse

Setiba di FarmHouse cukup kaget juga, karena antrian kendaraan yang ingin masuk ke FarmHouse sudah panjang. Pintu gerbang FarmHouse masih tertutup, dan menurut informasi sekuriti yang bertugas FarmHouse baru buka jam 9 pagi. Beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu calon pengunjung tampak merayu petugas sekuriti agar bisa membuka pintu gerbang supaya kendaraan bisa parkir di dalam dan tidak memadati jalanan Lembang yang bikin macet.

Setelah cukup lama menunggu, pintu gerbang FarmHouse pun dibuka jam 8.45, 15 menit lebih cepat dari awal. Ternyata pembelian tiket dilakukan di mobil, dengan harga tiket 20 ribu per orang, plus parkir seharga 10 ribu per mobil. Pantesan sekuriti ga berani buka pintu gerbang sebelum petugas voucher tiba.

20 ribu per orang sebenernya bukan tiket masuk, tetapi lebih mirip voucher. Anak-anak tidak diwajibkan untuk beli voucher. Voucher tersebut bisa ditukarkan dengan susu murni berbagai rasa, mulai dari rasa original (rasa susu murni), rasa stroberi, rasa coklat, dll.. saya nyari yang rasa ayam bawang katanya ga ada.

Suasana di depan pintu masuk FarmHouse

Suasana Peternakan Eropa Lengkap Dengan Sewa Kostumnya

Setelah menukar voucher susu, adegan jalan-jalan dan tentu saja foto-foto pun dimulai. Persis di samping loket penukaran voucher susu, ada air terjun buatan. Keren juga, cuman sayang ada peringatan di larang masuk, mungkin takut ada yang manjat untuk sekedar berfoto selfie. Dan ternyata, para pelaku selfie pun tidak mengindahkan larangan tersebut, banyak yang nekat memonyong-monyongkan bibir untuk berfoto diri di tengah-tengah kolam dengan air terjun buatan tersebut.

Move on dari kawasan air terjun buatan, kita menapaki jalanan yang asri dengan pepohonan yang rindang. Dan menemukan spot wajib selfi lainnya, suatu bangunan keren berdesain vintage yang atapnya tertutup rumput hijau. Walhasil, pengunjung pun antri untuk bergiliran berfoto di tempat tersebut, yang ternyata merupakan toko merchandise.

Salah satu spot wajib foto-foto di FarmHouse

Bangunan-bangunan vintage ala pedesaaan eropa (mungkin yak, belum pernah ke pedesaan eropa soalnya) banyak kita temui di Farmhouse. Ada bangunan sumur yang ternyata pancuran, ada juga toko merchandise keren yang malah banyakan dipake buat foto-foto dibandingkan buat berbelanja.

Sumur yang ada air mancur atau Air mancur berbentuk Sumur
Di toko merchandise tersebut dijual berbagai snack makanan ringan serta kerajinan vintage yang keren-keren, harganya pun lumayan. Lumayan mahal maksudnya.. setidaknya menurut ukuran saya sih.. hihi..

Tidak jauh dari toko merchandise ada sebuah cafe yang jualan kopi. Yang menarik perhatian adalah adanya penyewaan kostum ala petani eropa. Harga yang tertera sih 50 ribu, tetapi pas mau nyewa ternyata 75 ribu. Cuman saya tetep penasaran nyewa untuk berfoto-foto, iya dong wisata selfi kudu rada modal agak banyakan biar ga standar amat, hehe..

Harga promo 50 ribu, tetapi untuk dewasa 75 ribu. Harga tersebut untuk tarif sewa selama 1 jam

Sedikit tertipu juga sih, kirain kalo pake baju eropa, wajah saya bisa mirip bule-bule eropa, ternyata masih mentok segini-gini aja.. apalagi celananya yang kebesaran, sehingga malah jadi mirip almarhum Jojon, hehe.

Numpang lewat deh
Kostumnya praktis kok, memang didesain untuk dipake double, jadi ga usah buka baju dulu. Langsung aja tinggal pake. Harga 75 ribu itu untuk penyewaan satu jam, jadi kalau anda memang punya rasa pede berlebih, kostumnya bisa dipake jalan-jalan sambil berfoto di spot-spot foto keren yang ada di kawasan FarmHouse. Salah-satu spot yang jadi spot foto favorit tentu saja rumah hobbit, yak rumah dengan desain seperti perumahan warga Hobbiton, Middle Earth.

Salah satu warga Hobittown, hehe
Sayang ga ada penyewaan kostum baju Hobbit, atau Gandalf sekalian, pasti lebih keren tuh. Atau mungkin suatu saat nanti, konsep penyewaan kostum ini juga disediakan oleh tempat lain, misalnya kostum pakaian tradisional sunda, mengingat banyak turis mancanegara yang datang ke Bandung.

Peternakan di FarmHouse

Banyak yang ditawarkan oleh FarmHouse. Walaupun lokasinya tidak sebesar Maribaya Resort atau Lembang Floating Market, FarmHouse layak untuk dijadikan salah satu destinasi wajib kunjung kalau jalan-jalan ke Lembang. Ini dia aktivitas yang dilakukan di FarmHouse

  • Wisata selfi, suasana pedesaan dan pertanian Eropa bakal bikin gatal tangan kita untuk motret dengan camdig atau smartphone. Lebih asik lagi kalau sekalian sewa kostum yang ada, kapan lagi coba.. hehe
  • Wisata Kuliner, dengan menu pedesaan khas Eropa, sepertinya cocok dengan suasana yang ada.
  • Peternakan, bagi si kecil agar tidak kebosanan menemani ortunya yang sibuk berfoto selfi, tersedia juga rumah kelinci dan kandang kuda poni.
  • Belanja Oleh-oleh khas FarmHouse.
Rumah Kelinci
Selamat berselfi ya..

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.